Jump to content


ss ss gitar ss ss ss ss ss ss ss ss ss ss Situs Judi Bola

ingin beriklan? hubungi kami: email : megalendir@gmail.com , big.lendir@yahoo.com atau Skype : big.lendir@yahoo.com

ss ss ss
ss ss ss
vert
Photo
- - - - -

Ibu Kos Alim Dan Anaknya (Featuring Yuyun) Part 2


  • Please log in to reply
1 reply to this topic

#1 Sumirwirang

Sumirwirang

    Ubi

  • Members
  • Pip
  • 3 posts

Posted 10 October 2016 - 05:59 PM

“Ahhhhhh...kang, raos kang..Ouuuuhhh.ssssshhhtttttt….awwwwww kang…”

 

Yuyun mengerang diatas ranjang saat penis Aep menghujami kemaluannya, tampak buah dadanya bergoyang seiring goyangan pinggul Aep yang menindih tubuhnya. Peluh mengalir didahi Aep yang meringis menahan perasaan nikmat saat vagina Yuyun terasa menjepit kuat penisnya. “Ahh...Yun...Akang rek kaluar yeuh..aaahhhh uuuuh”, penisnya pun menyemprotkan cairan mani didalam vagina Yuyun. Aep terkulai rebah disamping Yuyun yang kecewa karena dia belum terpuaskan.

Yuyun melihat Aep sudah tertidur pulas, sementara dirinya yang belum mencapai klimaks merasa hampa, jari tangannya masuk ke dalam vaginanya dan berusaha mencari kenikmatan disana. Lalu terdengar ketukan di pintu.

 

”Assalamualaikum...kang...kang.”

 

Dengan sedikit marah karena nafsu yg belum terpuaskan Yuyun berpakaian seadanya dan menuju pintu. Dia melongok dari balik jendela dan melihat ternyata Randu yang datang ke rumahnya. Ada perasaan gembira saat melihat Randu, karena diam-diam Yuyun memang tertarik pada pemuda itu, selain karena wajahnya yang tampan, Yuyun juga terkesan oleh sikap Randu yang selalu sopan kepada siapapun. Randu pun beberapa kali membantu mengantarkan suaminya pulang kerumah saat sedang mabuk berat.

 

“Eh Randu, mangga ka lebet” (silahkan masuk) kata Yuyun sambil membukakan pintu.

 

“Aya naon Ran ?” tanya Yuyun saat mereka berdua telah duduk di ruang tamu.

 

“Aya peryogi ka Kang Aep teh..” (ada perlu sama kang aep).

 

Jawab Randu sambil terkesima melihat ke arah Yuyun yang saat itu duduk didepannya hanya memakai daster tipis berwarna putih, tampak jelas saat itu Yuyun tidak memakai bra, karena meski samar-samar masih dapat ia lihat puting susu tercetak dibagian dada Yuyun. Yuyun yang melihat tatapan mata Randu tertuju ke arah buah dadanya entah kenapa merasa kembali bergairah, apalagi dia tadi belum terpuaskan, dengan sengaja dia tumpangkan kaki kanannya di atas kaki kiri, sehingga pahanya yang putih terlihat menantang.

 

"Kang aep nuju kulem Ran, sok nyarios ka teteh weh bilih aya peryogi mah" ( Kang aep lagi tidur, kalo ada perlu bicara sama teteh saja).

 

“Ieu teh bade nyanggakeun setoran parkir” jawab Randu sambil menyodorkan setumpuk uang ke arah Yuyun, tapi matanya tetap terarah secara bergantian ke arah dada dan paha Yuyun, Penisnya dibawah sana mulai menggeliat dan merasa tak nyaman terhimpit celana jeans.

 

“Oh, nya sok ku teteh ditampi artosna”(ya sudah uangnya teteh terima), ujar Yuyun sambil merubah posisi kakinya, entah sengaja atau tidak kini posisi kaki Yuyun sedikit terbuka.

 

Randu terkesiap karena kini dia dapat melihat melalui celah diantara kedua kaki Yuyun, ternyata Yuyun tidak memakai celana dalam, karena terlihat jelas belahan vagina yang mulus tanpa bulu. Yuyun melihat arah pandangan Randu, dan itu membuatnya semakin terangsang dan bangga, karena lelaki tampan didepannya jelas sedang memandangi vaginanya karena jarak antara keduanya hanya sekitar 1 meter, dengan sengaja ia buka tutup kakinya untuk menggoda Randu sehingga Randu serasa diberi suguhan erotis saat Yuyun melakukan gerakan itu.

 

“Kunaon Ran? Naha jadi jiga nu bingung”(kenapa Ran,kok jadi kaya bingung?) Goda Yuyun melihat Randu yang melongo memperhatikan kearah kakinya.

 

“Ah heunteu teh” jawab Randu memerah, karena malu kepergok.

 

“Ah nepi ka hilap, bade ngaleueut naon Ran? Karunya meni teu disuguhan ieu teh”(ah sampai lupa, mau minum apa Ran? Kasian kok gak disuguhi).tanya Yuyun menetralisir keadaan, dia tak mau Randu merasa tak nyaman, mungkin akan ada kesempatan saat ini untuk dapat merasakan tubuh tegap Randu menindih tubuhnya, pikirnya, gairahnya sudah bergelora, kemaluannya terasa mulai basah hanya dengan melihat Randu memperhatikan dirinya dan membayangkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi.

 

“Ah, wios teh, moal lami da bade teras ka parkiran deui ieu ge” Jawab Randu.

 

“Eh, kalem we, tos didieu heula we, baturan teteh, si Kang Aep mun tos kulem kitu mah aya bom ge jigana moal gugah, kebluk si akang mah hihihi’(Udah tenang saja, Kang Aep kalau sudah tidur kaya gitu walau ada bom juga gak akan bangun, Tukang tidur dia) Ujar Yuyun sambil tertawa, dia berusaha menjaga agar Randu tak pergi, tekadnya sudah bulat, dia harus bisa mendapatkan kenikmatan yang tertunda.

 

“Antosannya, teteh ka dapur heula”(tunggu ya, teteh ke dapur dulu) ucap Yuyun sambil berdiri dan pergi ke arah dapur.

Randu juga paham kalau Yuyun berusaha menggodanya, tapi dia masih menghormati Kang Aep, bagaimanapun Kang Aep sudah ia anggap kakaknya sendiri, tapi penisnya meronta ingin terpuaskan, terlebih tubuh Yuyun memang sangat menggiurkan, buah dadanya yang sekal, bokongnya yang bulat berisi, dan kulit mulusnya sudah lama memikat dirinya. Wajah Yuyun memang cantik, sekilas mirip dengan wajah Yuni shara, dan perlakuannya tadi membuatnya mengesampingkan rasa hormatnya ke Kang Aep, toh bukan dia yang mulai menggoda pikirnya. Pikiran kotornya mulai mencari celah kesempatan, bagaimana untuk melancarkan serangan birahinya.

 

549981_09195320122012_Yuni-Shara.jpg

“Ah..Aduh..!!” terdengar suara Yuyun dari arah dapur, reflek Randu menghampiri arah suara, dia lihat Yuyun sedang bersimpuh di dapur sambil mengerang memegangi lututnya.

 

“Kunaon teh?” tanya Randu sambil berjongkok mendekat kearah Yuyun.

 

“Aduh, teteh tiseureuleu Ran, jigana mah misalah yeuh, meuni nyeuri”(Aduh, teteh kepeleset nih, kayanya keseleo deh, sakit sekali) jawab Yuyun meringis kesakitan.

 

Randu pun lalu menggandeng Yuyun dan mendudukannya ke atas kursi didekat meja makan.

 

“Nu mana nu nyeuri teh? Nu ieu ?”tanya Randu sambil berjongkok didepan Yuyun dan memegang lutut Yuyun.

 

“Enya eta Ran, aduh..” jawab Yuyun, dalam hatinya ia senang kalau kesempatan yang ia buat tadi tampaknya akan berhasil. Randu mulai memijat kaki Yuyun, tak hanya lutut, dia mulai memijat kaki Yuyun mulai dari telapaknya, jari-jari kakinya, lalu merambat ke betis mulusnya, Ia sadar kesempatan itu sudah terbuka, tidak ada jalan untuk mundur.

Betapa halus kulit Yuyun, kulitnya yang putih itu tampak mempesona dengan bulu halus yang tumbuh di kaki Yuyun.

 

“Ah..mmmmhhh” Yuyun tanpa sadar mulai mengerang, sentuhan lembut Randu dikakinya membuat kemaluannya terasa makin basah.

 

Pijatan Randu kembali merambat ke arah lutut Yuyun, kedua kaki Yuyun yang semula rapat mulai terbuka lebar, Randu dengan posisi berjongkok kini disuguhi pemandangan indah, vagina mulus tanpa bulu berada didepan mukanya, sudah tampak ada cairan disela belahan bibir vagina yang masih tampak sangat rapat itu. Rasanya ingin ia segera jilati vagina itu, tapi ia tahan, ia ingin membuat Yuyun memohon kepadanya. Randu terus berusaha memberi rangsangan melalui pijatan tangannya, ia tahu dia punya kemampuan untuk menaklukan wanita hanya dengan pijatannya. Perlahan pijatannya berpindah ke kaki kiri Yuyun, dia angkat kaki Yuyun dan ditumpangkan ke pahanya, lalu kembali memijat jemari kaki Yuyun, berangsur pindah ke betis dan lalu merambat mulai memijati paha Yuyun.

 

“ Ahh...sssshhhhh..raos Ran, bisaan mijetna geuning Randu teh”. Yuyun semakin mengerang, sentuhan dan pijatan Randu yang kini terkonsentrasi di daerah pahanya membuat dirinya terbakar nafsu birahi.

 

Ditariknya daster hingga sebatas pinggang dan kakinya mengangkang kian lebar, seolah ingin memberi keleluasaan bagi Randu untuk mengeksplorasi tubuh bagian bawahnya yang kini terbuka lebar. Kini dihadapan Randu tampak vagina Yuyun yang basah, mulus tanpa bulu tersaji menanti untuk dinikmati. Randu mengerti apa yang Yuyun inginkan, didekatkannya mulutnya ke bibir vagina dan mulai memainkan lidahnya dipintu lubang vagina yang membelah indah.

 

“Ahhh...aduuuh...mmmhhh...Randuuuu, ahhhhsssshhh….nikmat….aaaaawwhhh…”

Yuyun tak kuasa merasakan kenikmatan terlarang itu, dijambaknya rambut Randu dan ditariknya seakan ingin membenamkan wajah itu kedalam lubang kemaluannya. Permainan lidah Randu sangat pelan dan tenang, membuat Yuyun didera sejuta rasa karena simpul-simpul kenikmatannya digoda berulang kali oleh lidah Randu. Lidah Randu mulai mencoba membuka belahan vagina Yuyun, cairan cinta yang terus membasahi vagina Yuyun ia hisap tak bersisa.

 

“ Ahhh...Randu...ah teteh teu kiaaatt…” Sekujur tubuh Yuyun mengejang, jambakannya dirambut Randu semakin kuat dan tak lama kemudian tubuhnya melenting dan otot-otot vaginanya berkedut dan menyemprot kan cairan orgasme.

 

”Ahhhhhhh….aduh gusti…..ahhhhhhhhh… ampuuuunnn..” Yuyun teriak tertahan saat gelombang kenikmatan menyapu kesadarannya.

 

Yuyun kembali terduduk dengan nafas yang putus-putus, sekujur tubuhnya seakan luruh. Tak bertenaga. Sementara lidah dan bibir Randu tak juga berhenti menggoda vaginanya, bahkan sekarang terasa lidah itu mulai menusuk-nusuk lubang vaginanya. Tangan Randu yang kekar meremas-remas pantat Yuyun. Gelitikan dan tusukan lidah di lubang vaginanya tak lama membuat Yuyun kembali bernafsu, tapi ia ingin membalas perbuatan Randu, dia memberi isyarat agar Randu berdiri, setelah Randu berdiri Yuyun lalu membuka sabuk dan menurunkan resleting celana Randu, dan memelorotkan celana jeans Randu hingga tampak CD Randu dan terlihat jelas ada tonjolan penis yang meminta untuk dibebaskan, dengan bernafsu dan nafas memburu Yuyun lalu menarik CD itu ke bawah dan keluarlah batang penis Randu yang sudah tegak berdiri.

Yuyun terkesima memandangi penis Randu yang berotot dan kepala penisnya yang mengkilap, tanpa sadar dia meleletkan lidah.

 

“Duh meni badag kieu kontolna Randu…” ujar Yuyun dengan mata terbelalak.

 

” Emang badagan saha sareng kontol Kang Aep teh?” tanya Randu menggoda.

 

” Wah badagan ieu atuh, duh pasti raos ieu mun dileubeutkeun ka itil teteh” jawab Yuyun sambil mulai mengelus-ngelus penis Randu, kata-kata kotor yang mereka ucapkan membuat keduanya semakin bernafsu.

 

Terasa hangat dan keras penis Randu digenggaman Yuyun, tangan kanannya mulai mengocok penis Randu dengan lembut, sementara tangan kirinya sibuk mengusap-usap vaginanya sendiri.

 

“Ahh raos teh, cing tarik teh!” pinta Randu.

 

Yuyun pun makin bersemangat mengocok penis yang mulai licin oleh lelehan cairan nafsu yang keluar dari mulut penis Randu.

 

“Ahhh teh, sedot teh!” Pinta Randu kembali, Yuyun pun seperti budak yang patuh menerima perintah tuannya, dia cucup kepala penis Randu, dia jilati lubang dikepala penis itu, erangan Randu yang merasa penisnya geli dan ngilu semakin membuat Yuyun bersemangat, dia masukan penis itu kedalam mulutnya dan mulai menyedotnya kuat.

 

SLUUURRPPP.....suara ludah bercampur mani yang dihisap kuat oleh Yuyun terdengar samar.

 

” Ah… teras teh...ah..lebetkeun cing jero”pinta Randu sambil matanya terpejam menikmati hisapan dan jilatan Yuyun di batang dan kepala penisnya.

 

Yuyun lalu mendorong penis Randu sedalam mungkin sampai kerongkongannya. Ia sangat ingin memuaskan Randu, berharap Randu akan ketagihan oleh hisapan mulutnya. Yuyun tampak puas memandangi Randu yang tampak menikmati permainannya, dia angkat batang penis Randu ke atas, dan mulai memainkan biji penis Randu yang bergelayut, ia kulum kedua biji itu bergantian sambil tak berhenti mengocok penis Randu. Randu merasakan sensasi yang luar biasa dengan permainan Yuyun, dia tak pernah menyangka istri temannya itu pintar melakukan permainan seks, padahal setahu dia Yuyun terlihat sangat lugu dan dia menganggap Yuyun hanyalah perempuan kampung yang berasal dari daerah terpencil di Tasikmalaya. Tak disangka, Yuyun dengan sangat lihai dan buas kini mempermainkan penisnya hingga rasanya jika diteruskan sebentar lagi dia akan ejakulasi. Tapi dia tak ingin memberi kesan buruk dipersetubuhan pertamanya dengan Yuyun, dia menyuruh Yuyun berhenti lalu duduk diatas meja makan dan memberi isyarat agar Yuyun menaiki tubuhnya.

Tubuh Yuyun yang sintal itu kini mengangkangi tubuh Randu yang rebah diatas meja makan, dengan tanganya ia arahkan batang penis Randu ke mulut vaginanya. Keduanya saling memandang saat kedua kelamin itu bertemu. Dengan perlahan Yuyun menurunkan tubuhnya hingga kini mulut vaginanya mulai terbelah oleh kepala penis Randu.

 

“Ah..badag teuing Randu, hese lebetna” (terlalu besar, susah masuknya) ujar Yuyun sambil meringis saat kepala penis Randu membelah vaginanya.

 

Vaginanya tak bisa menampung kepala penis Randu yang bulat dan besar itu. Randu tersenyum.

 

“Lalaunan we teh, bari dibukakeun geura memekna” Tangan Randu memegang pinggang Yuyun dan menopang tubuh Yuyun, sehingga tangan Yuyun kini terbebas dan kedua tangannya lalu menarik bibir vaginanya agar vagina itu terbuka dan lebih leluasa memberi jalan kepada penis Randu untuk menembusnya.

 

“Ahhhh…aduh...nyeuri..” Yuyun mengerang saat Randu mendorong tubuhnya keatas.

 

Kini kepala penisnya menancap dilubang vagina Yuyun. Vagina itu terasa menjepit kuat kepala penisnya, denyutan-denyutan vagina Yuyun membuat Randu ingin menghujamkannya lebih dalam. Tapi ukuran penisnya yang besar membuat hal itu tidak mudah, dia serasa memerawani gadis, padahal Yuyun pasti sudah berkali-kali disetubuhi oleh Kang Aep, jangan-jangan penis Kang Aep sangat kecil hingga vagina Yuyun tetap sempit pikirnya.

 

“Emmmhhhh...aaahhh.. Randu….aaahhh...ssshhhht, memek teteh asa di belah kieu..aduh…”Yuyun hanya bisa mengerang dengan mata terpejam. Keringat sudah membasahi daster yang ia pakai.

 

“Buka teh dasterna!” Perintah Randu, lalu Yuyun melepaskan daster itu dan melemparkannya ke lantai.

 

Kini Yuyun sudah telanjang, payudaranya tampak bergelayut, walaupun tidak terlalu besar tapi masih kencang dan bentuknya bulat sempurna, putingnya yang berwarna merah kecoklatan tampak mencuat keluar menunjukan Yuyun sudah sangat birahi. Randu lalu menarik tubuh Yuyun dan memeluknya. Bibir mereka bertemu dan mulai berciuman. Lidah keduanya bertemu dan meliuk-liuk lalu digantikan oleh saling menghisap bibir. Yuyun baru merasakan bercinta selembut dan senikmat ini, tidak hanya birahinya yang memuncak, tetapi hatinya pun terasa penuh dan membuncah. Randu memperlakukan dirinya seolah seorang kekasih yang sudah lama memendam kerinduan. Mungkin ini yang namanya cinta buta. Seumur hidup baru kali ini Yuyun merasakan bahwa dirinya ingin memberikan hati dan tubuhnya kepada seorang lelaki. Ah andai saja ia bisa memiliki Randu sepenuhnya. Jilatan lidah Randu dilehernya, sentuhan demi sentuhan Randu yang mengusap punggungnya dan lalu meremas mesra pantatnya. Semua itu ia rasakan dan nikmati dan menumbuhkan perasaan sayang. Randu hanya tersenyum saat Yuyun berbisik pelan ditelinganya.

 

“Randu...Ulah tinggalkeun tetehnya...Teteh jigana bogoh ka kamu”.

 

Dia rasa inilah saatnya membuat Yuyun termehek-mehek. Dia remas pantat Yuyun keras. Lalu diangkat pantat itu keatas, lalu menariknya kebawah sambil mendorong tubuhnya keatas.

 

BLESSS..SLEEEBBB

 

“Aaaaaawwhhhhh… Randuuuuu” Yuyun menjerit saat penis Randu menembus kedalam vaginanya hingga kemulut rahim. Rasa sakit bercampur kenikmatan membuat kedua matanya terbelalak. Randu pun meringis nikmat saat seluruh batang penisnya masuk sampai mentok.

 

“Aahh...memek teteh memang ajib”. Ia biarkan sejenak penisnya diam didalam vagina saat Yuyun memeluknya erat dan menggigit pundaknya.

 

Yuyun merasa gelombang kenikmatan menghempasnya, membuat kesadarannya hilang untuk sesaat, hanya rasa nikmat yang dapat ia sadari saat penis Randu sepenuhnya memenuhi rongga senggamanya. Lalu Randu mulai menggoyang tubuhnya. Penisnya perlahan maju mundur, jepitan vagina Yuyun membuatnya mabuk. Pergesekan kulit kelamin keduanya merangsang tiap saraf-saraf kenikmatan. Kadang Randu memaju mundurkan tubuhnya pelan, tapi lalu ia menggenjot tubuh Yuyun seperti orang kesetanan.

 

“ Ah..ah..ah..ah..ah..mmmhh..ah.ah.. ah.. ahhh” erangan Yuyun dan dengus nafasnya yang memburu menjadi suara latar persenggamaan itu.

 

“Randuuu..aahhh..teteh rek kaluar...oh..ohh...ahhhhhh” tubuh Yuyun berkelojotan sambil memeluk erat tubuh Randu saat orgasme hebat melandanya.

 

Tanpa menunggu lama, Randu membalikan tubuh Yuyun, lalu mengangkat kedua kakinya dan menaruhnya dipundak, lalu dengan penuh nafsu menghujamkan penisnya ke liang senggama Yuyun lagi dan lagi.

 

“ Ah..Randu...ah..ah...teteh tos teu kiat...aaawwww” Yuyun hanya bisa mengerang, serangan kenikmatan yang ia alami sampai membuatnya melelehkan air mata. Tangan Randu meremas-remas buah dada Yuyun. Ia jepit puting susu Yuyun dan memuntirnya.

 

”Awwhhh…duh...ahhhh.. sayaaaaaanggg” Yuyun mengerang sambil terisak.

 

Belum puas dengan posisi itu, Randu lalu memutar tubuh Yuyun dan menyuruh Yuyun untuk menungging, dia tekan punggung Yuyun hingga pantat Yuyun kian menungging keatas. tampak vagina Yuyun yang sudah basah kuyup dan celahnya terbuka seperti memohon untuk ditikam. Lalu ia arahkan penisnya dan tanpa memberi aba - aba ia hujamkan keras kedalam lubang vagina itu.

 

BLESSSEK.. “Aaaaaawhhhh…” Kembali jeritan Yuyun bergema diruang dapur.

 

Randu menggenjot tubuh Yuyun dengan membabi buta sambil sesekali menampar pantat Yuyun.Plak..plak..!!,

 

“Awwww” Yuyun meringis.

 

Pantat Yuyun yang putih kini menjadi kemerahan akibat tamparan itu. Diperlakukan seperti itu malah membuat Yuyun semakin gila, ia pun kini ikut menggerakkan pantatnya maju mundur. Randu mulai merasakan aliran darah disekujur tubuhnya mulai berkumpul dipenisnya, ia semakin cepat menusuk-nusuk kemaluan Yuyun.

 

“Ah...teh..Randu rek kaluar…!!!!” serunya disela - sela hujaman penisnya.

 

” Ah..ah.ah...ah..Teteh oge rek kaluar deui… ahhh. ewe teteh cing jero Randuu!!!!”setengah menjerit Yuyun meminta. Keduanya sudah mendekati titik klimaks. Hingga akhirnya Randu menarik kuat pinggang Yuyun dann menekankan tubuhnya kedepan dan penisnya menyemprotkan sperma berkali-kali.

 

”Aaaargghhh”

 

CROOOTT..CROOT..CROT…..

 

Yuyun dapat merasakan semprotan itu memenuhi liang senggamanya dan hal itu membuat vaginanya mengejang dan berkedut-kedut dan ikut menyemprotkan cairan cintanya berkali-kali..

 

SEEERRRR.. SEEERRRR..

 

“Randuuuuuuuuh….aaahhhhhhh”. tubuh Yuyun berkelojotan hingga tangannya tak mampu lagi menopang tubuhnya dan ia terkulai diatas meja makan.

Keduanya rebah diatas meja makan masih telanjang, kepala Yuyun bersandar didada Randu yang bidang. Randu membelai-belai rambut Yuyun, sesekali Yuyun menciumi dada Randu. Wajah Yuyun tampak sangat bahagia. Bagaimana tidak, persetubuhan tadi merupakan hal paling luar biasa yang pernah terjadi dalam hidupnya.

 

“Ran...teteh nembe ayeuna ngarasa bagja jiga kieu”(baru kali ini teteh merasa bahagia seperti ini). Ujar Yuyun sambil tangannya mengusap-usap dada Randu.

 

“Naha atuhnya, teteh teu pendak sareng Randu ti kapungkur, teras teteh nikah teh sareng Randu, da keur teteh mah asal Randu nyaah ka teteh, cukup teteh mah, moal butuh nanaon deui” (Kenapa teteh gak ketemu kamu dari dulu, terus nikah sama kamu, buat teteh asal kamu sayang sama teteh, cukup buat teteh, gak butuh apa-apa lagi).

 

Randu hanya terdiam, dia biarkan istri temannya itu mencurahkan isi hatinya, buat dirinya percintaan tadi hanyalah sebatas pelepas dahaga, tidak lebih, tapi dia tak perlu mengatakannya, biar saja Yuyun bahagia dengan kebisuannya.

“Yun...yuyuuuunn, dimana ari maneh?” Tiba-tiba terdengar suara Kang Aep memanggil dari arah kamar, membuat keduanya kaget. Buru-buru keduanya menggunakan bangun dari meja makan.

 

“Enya kang antosan, ieu Yuyun nuju di dapur bade ngadamel kopi keur akang..!!” Teriak Yuyun sambil sibuk memakai daster. Randu hanya tersenyum saat keduanya bertemu muka. Setelah Randu berpakaian ia hampiri Yuyun dan memeluknya sambil berbisik ditelinganya.

 

“Teh, Randu teu tiasa ngajanjikeun nanaon, Teteh tos gaduh caroge, urang duaan emang lain jodona, tapi mun Teteh butuh Randu, Randu siap muaskeun teteh” ucap Randu sambil mencium pipi Yuyun yang tampak bersedih karena kebersamaannya bersama Randu harus terhenti. Randu pun bergegas keluar dari rumah Kang Aep dengan wajah puas.

To be continue


  • Sumirwirang and mangrove like this

#2 toke3k

toke3k

    Kentang

  • Members
  • PipPipPip
  • 30 posts

Posted 11 October 2016 - 04:41 PM

Akhirnya update juga
  • andre wibowo likes this