Jump to content


ss ss tokoqq tokoqq ss ss ss agen bola ss

ingin beriklan? hubungi kami: email : big.lendir@yahoo.com atau Skype : big.lendir@yahoo.com

ss ss ss
ss ss ss
vert
Photo
- - - - -

Dengan Adikku


  • Please log in to reply
3 replies to this topic

#1 yenn.ajah

yenn.ajah

    Kacang

  • Members
  • PipPip
  • 27 posts

Posted 30 October 2015 - 05:31 PM

Aku Yeyen, mahasiswi hukum Universitas Pajajaran. Semenjak dua tahun 
yang lalu, saat diterima kuliah di Universitas Pajajaran, aku tinggal 
di Bandung. Aku berasal dari Sukabumi, ayahku berasal dari Bandung, 
sedangkan ibuku asli Sukabumi. Mereka tinggal di Sukabumi. Cerita ini 
menceritakan kisahku yang terjadi saat aku kelas 3 SMP di Sukabumi 
yang terus berlanjut sampai aku kuliah sekarang. 

Aku anak yang paling tua dari dua bersaudara. Aku mempunyai satu adik 
laki-laki. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik. Kami sangat dimanja 
oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa 
pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak 
mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP. 

Waktu kecil, aku sering mandi bersama bersama adikku, tetapi sejak 
dia masuk SD, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, 
aku masih ingat betapa kecil dan keriputnya kontol seorang cowok. 
Sejak saat itu, aku tidak pernah melihat lagi kontol cowok. Sampai 
suatu ketika, pada hari senin sore, aku sedang asyik telpon dengan 
temanku. Aku telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari 
mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya 
aku rasakan kandung kemihku penuh sekali. Aku kebelet pipis. Benar- 
benar kebelet pipis, sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan 
gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Aku berlari menuju ke 
kamar mandi terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci. 

"Hey..! Siapa di dalam..? Buka dong..! Udah nggak tahan..!" aku 
berteriak sambil menggedor-gedor pintu. 
"Akuu..! Tunggu sebentar..!" ternyata adikku yang di dalam. Terdengar 
suaranya dari dalam. 
"Nggak bisa nunggu..! Cepetan..!" kataku memaksa. 
Gila, aku benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis. 

"Kreekk..!" terbuka sedikit pintu kamar mandi, kepala adikku muncul 
dari celahnya. 
"Ada apa sih..?" katanya. 
Tanpa menjawab pertanyaannya, aku langsung nyerobot ke dalam karena 
sudah tidak tahan. Langsung aku jongkok, menaikkan rokku dan membuka 
celana dalamku. 
"Serrrr..." keluar air seni dari memekku. 
Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang 
bulat. 

"Wooiiyyy..! Sopan dikit napa..?" teriaknya sambil melotot tetap 
berdiri di depanku. 
"Sebentarrr..! Udah nggak kuat nih," kataku. 
Sebenarnya aku tidak mau menurunkan pandangan mataku ke bawah. Tetapi 
sialnya, turun juga. Kelihatan deh burungnya. 
"Hihihihi..! Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang udah gedean..." gumanku dalam hati. 
Aku takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan 
lagi mataku melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat 
ke mataku lagi. Sialan..! Dia lihat memekku yang lagi mekar sedang 
pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di memekku biar cepat 
selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih 
belum disunat itu. Sekarang kontolnya kok pelan-pelan semakin gemuk. 
Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan 
kulupnya masih menutupi helm kontolnya. 

"Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air 
kencing..!" aku bersungut dalam hati. 
"Oooo..! Kayak gitu ya Teh..?" katanya sambil tetap melihat ke 
memekku. 
"Eh kurang ajar Lu ya..!" langsung saja aku berdiri mengambil gayung 
dan kulemparkan ke kepalanya. 
"Bletak..!" kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air 
kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku. 

"Ya... basah deh rok Teteh..." kataku melihat ke rok dan celana 
dalamku. 
"Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..!" katanya sambil 
mengambil gayung dari tanganku. 
"Mandi lagi ahh..!" lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram 
badannya. 
Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya. 
"Waduh.., sialan nih adik..!" sungutku dalam hati. 
Waktu itu aku bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi aku jijik pake 
rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka 
celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah 
ganti, baru kukembalikan handuknya. 

"Udah.., pake aja handuk Aku..!" kata adikku. 
Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut 
lagi. 
"Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..!" batinku. 
Aku lalu membuka celana dalamku yang warnanya merah muda, lalu rokku. 
Kelihatan lagi deh memekku. Aku takut adikku melihatku dalam keadan 
seperti itu. Jadi kulihat adikku. Eh sialan, dia memang memperhatikan 
aku yang tanpa celana. 

"Teh..! Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? Hehehe..!" katanya 
sambil nyengir. 
Sialan, dia menghina memekku, "Iya..!" kataku sewot. "Daripada culun 
kayak punya Kamu..!" kataku sambil memukul bahu adikku. 
Eh tiba-tiba dia berkelit, "Eitt..!" katanya. 
Karena aku memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya aku terpeleset. 
Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke kontolnya. 
"Iiihhh.., rasanya geli banget..!" cepat-cepat kutarik tubuhku sambil 
bersungut, "Huh..! Elo sih..!" 

"Teh.. kata Teteh tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..?" 
katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke kontolnya. 
Kulihat kontolnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, 
makin tegak ke arah depan. 
"Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..?" kataku mengejek dia. 
Padahal aku kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin 
juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng aku tanya, "Gedein 
lagi bisa nggak..?" kataku sambil mencibir. 
"Bisa..! Tapi Teteh harus bantu dikit dong..!" katanya lagi. 
"Megangin ya..? Wekss.., ya nggak mau lah..!" cibirku. 
"Bukan..! Teteh taruh ludah aja di atas kontolku..!" jawabnya. 

Karena penasaran ingin melihat kontol cowok kalau lagi penuh, kucoba 
ikuti perkataan dia. 
"Gitu doang kan..? Mau Teteh ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Teteh 
pengen ngeludahin Kamu kataku. 
Sialan nih adikku, aku dikerjain. Kudekatkan kepalaku ke arah 
kontolnya, lalu aku mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga aku 
membuang ludahku, kulihat kontolnya sudah bergerak, kelihatan kontolnya 
naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin besar, jadi 
kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. Asyiik banget 
melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama 
kepala kontolnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan 
mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu 
itu. Aku benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul. Seperti 
penyanyi utama yang baru muncul di atas panggung setelah ditunggu 
oleh fans-nya. 

Akhirnya bebas juga kepala kontol itu dari halangan kulupnya. Kontol 
adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih 
merah. Aku jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku. 
"Hehe..." dia ke arahku. "Masih culun nggak..?" katanya 
lagi. "Hehe..! Macho kan..!" katanya tetap tersenyum. 
Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun aku 
terangsang, tentu saja aku tepis tangan itu. 

"Apaan sih lu..!" kubuang tangannya ke kanan. 
"Teh..! Please Tehhh.. Pegang aja Teh... Nggak akan diapa-apain... 
Aku pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja Teh.." 
kata adikku, kembali tangannya mendekati selangkanganku. 
Waduuhh.. sebenarnya aku mau jaga image, masa mau sih sama adik 
sendiri, tapi aku juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh 
cowok di memek. 
"Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..!" 
akhirnya aku mengiyakan. Deg-degan juga hati ini. 

Tangan adikku lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh 
tangannya. Ihh geli sekali... Aku lihat kontolnya sudah keras sekali, 
kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. Uuppss... 
Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi memekku. Geli sekali 
rasanya saat bibir memekku tersentuh telapak tangannya. Geli-geli 
nikmat di syaraf memekku. Aku jadi semakin terangsang sehingga tanpa 
dapat ditahan, memekku mengeluarkan cairan. 
"Hihihi.. Teteh terangsang ya..?" 
"Enak aja... sama Kamu mah mana bisa terangsang..!" jawabku sambil 
merapatkan selangkanganku agar cairannya tidak semakin keluar. 
"Ini basah banget apaan Teh..?" 
"Itu sisa air kencing Teteh tahuuu..!" kataku berbohong padanya. 
"Teh... memek tu anget, empuk dan basah ya..?" 
"Tau ah... Udah belum..?" aku berlagak agar 
situasi itu berhenti, padahal sebenarnya aku ingin tangan itu tetap 
berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir 
memekku. 

"Teh... gesek-gesek dikit ya..?" pintanya. 
"Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..!" aku pura-pura tidak mau. 
"Dikit aja Teh... Please..!" 
"Terserah Kamu aja deh..!" aku mengiyakan dengan nada malas-malasan, 
padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih... 
Tangan adikku lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir memekku 
terbawa juga ke dalam. 
Ouughh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari bibirku. Rasanya 
nikmat sekali. Otot di dalam memekku mulai terasa berdenyut. Lalu 
tangannya ditarik lagi, bibir memekku ikut tertarik lagi. 
"Ouughh..!" akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat 
di memekku. 
Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, 
aku bertumpu pada bahu adikku. 

"Enak ya Tehh..?" 
"Heeh..," jawabku sambil memejamkan mata. 
Tangan adikku lalu mulai maju dan mundur, kadang klitorisku tersentuh 
oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, 
badan ini akan tersentak ke depan. 
"Tehh..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!" 
"Kamu mau diapain..?" jawabku lalu membuka mata dan melihat ke 
arahnya. 
"Ya pegang-pegangin juga..!" katanya sambil tangan satunya lalu 
menuntun tanganku ke arah kontolnya. 
Kupikir egois juga jika aku tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan 
tangannya menuntun tanganku. Terasa hangat kontolnya di genggaman 
tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun 
di kontolnya, dengan mudah aku bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok 
kontolnya. 

Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku 
sampai ke pangkal kontolnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling 
memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu. 
Tiba-tiba dia berkata, "Teh..! Kontol Adek sama memek Teteh digesekin 
aja yah..!" 
"Heeh" aku langsung mengiyakan karena aku sudah tidak tahan menahan 
rangsangan di dalam tubuh. 
Lalu dia melepas tangannya dari memekku, memajukan badannya dan 
memasukkan kontolnya di antara selangkanganku. Terasa hangatnya batang 
kontolnya di bibir memekku. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya 
untuk menggesekkan kontolnya dengan memekku. 

"Ouughhh..!" aku kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan. 
"Dek... masukin dek..! Teteh udah nggak tahan..!" aku benar-benar 
sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Aku 
akhirnya menghendaki sebuah kontol masuk ke dalam memekku. 
"Iya Teh..!" 
Lalu dia menaikkan satu pahaku, dilingkarkan ke pinggangnya, dan 
tangan satunya mengarahkan kontolnya agar tepat masuk ke memekku. 

Aku terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. 
Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang 
kurasa. Akhirnya aku hanya bisa menggigit bibirku untuk menahan rasa 
nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian 
aku mengalami orgasme. Memekku rasanya seperti tersedot-sedot dan 
seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi. 
"Ouuggggkkk..!" aku tidak kuat untuk tidak berteriak. 
Kulihat adikku masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat 
tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku 
terdorong sampai ke tembok. 
"Ouughhh..!" katanya. 
Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah memekku. Lalu badannya 
tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di 
dalam memekku. 

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa kontolnya masih penuh 
mengisi memekku. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami 
berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami 
saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas susuku dan 
memilin putingnya. 
"Teh..! Teteh nungging, terus pegang bibir bathtub itu..!" tiba-tiba 
dia berkata. 
"Wahh..! Gila Lu ya..!" 
"Udah.., ikutin aja..!" katanya lagi. 
Aku pun mengikuti petunjuknya. Aku berpegangan pada bathtub dan 
menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar 
dengan pantatku. Aku tahu adikku bisa melihat dengan jelas memekku 
dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan kontolnya ke dalam 
memekku dari belakang. 

"Akkkhh..! Gila..!" aku menjerit saat kontol itu masuk ke dalam rongga 
memekku. 
Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih 
kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas 
payudaraku. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 
menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Aku rasakan lagi 
tembakan sperma hangat membasahi rongga memekku. Kami lalu berciuman 
lagi untuk waktu yang cukup lama. 

Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di 
kamarku ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu- 
minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap 
malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan 
sampai 4 kali. Biasanya aku membiarkan pintu kamarku tidak terkunci, 
lalu sekitar jam 2 malam, adikku akan datang dan menguncinya. Lalu 
kami bersetubuh sampai kelelahan. 

Kini setelah aku di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada 
kesempatan. Kalau bukan aku yang ke Sukabumi, maka dia yang akan 
datang ke Bandung untuk menyetor spermanya ke memekku. Saat ini aku 
mulai berani menghisap sperma yang dikeluarkan oleh adikku.dengan adikku



#2 swinggirl

swinggirl

    Ubi

  • Members
  • Pip
  • 6 posts

Posted 30 October 2015 - 06:11 PM

Jd kepengen euy

#3 yenn.ajah

yenn.ajah

    Kacang

  • Members
  • PipPip
  • 27 posts

Posted 02 November 2015 - 12:49 PM

Attached File  CNDilJfUsAElxC2.jpg   24.16KB   96 downloads


  • satrianie and Galau87 like this

#4 UnknownYet

UnknownYet

    Ubi

  • Members
  • Pip
  • 7 posts

Posted 14 December 2016 - 04:13 AM

Nggak ada foto lagi gan kayak diatas?
:V