Jump to content


ss ss gitar ss ss ss ss ss ss ss ss ss Situs Judi Bola

ingin beriklan? hubungi kami: email : big.lendir@yahoo.com atau Skype : big.lendir@yahoo.com

ss ss ss
ss ss ss
vert
Photo
- - - - -

Yeyen 1


  • Please log in to reply
5 replies to this topic

#1 yenn.ajah

yenn.ajah

    Kacang

  • Members
  • PipPip
  • 27 posts

Posted 18 October 2015 - 02:26 PM

aku dan Yeyen sangat dekat bagaikan saudara kandung. Itu dikarenakan kami sering main bersama, makan bersama, mandi bersama bahkan tidur siang pun kadang kami bersama. Anda mungkin sulit membayangkan bagaimana anak sekecil kami sudah harus mengurus diri sendiri. Tapi keadaanlah yang memaksa kami demikian.Tahun 1989, aku sekolah di SD Negeri 01 yang letaknya kurang lebih 1 km dari rumah yang kutempuh dengan jalan kaki melewati persawahan dan kuburan. Sekolah dengan telanjang kaki adalah hal yang biasa pada saat itu. Begitu pula aku. Setiap hari sepulang sekolah aku ke warung ibuku untuk bantu-bantu, terkadang harus belanja dagangan ke pasar. Sehingga waktu untuk bermain sangat sedikit.

 

Hubunganku dengan Yeyen makin dekat saja karena kalau siang kami tak ada teman bermain. Hanya aku dan Yeyen. Teman sebenarnya sih banyak, hanya karena kami dari keluarga miskin, kami agak minder dan teman-teman kami pun sepertinya enggan berteman dengan kami. Tapi dalam halpelajaran sekolah, aku sama sekali tidak pernah ketinggalan. Aku selalu bersyukur, walaupun buku pelajaranku selalu pinjam dari teman yang satu angkatan diatasku dan belajar dengan lampu teplok, aku bisa sejajar dengan temanku yang lain. Bahkan aku selalu masuk dalam 10 besar. Hal itu berlangsung terus sampai aku kelas 2 SMP.

 

Hingga pada suatu saat ketika aku berumur 13 tahun. Aku telah selesai berbelanja keperluan warung untuk esok hari. Rokok, pisang, ubi, terigu, minyak tanah, minyak goreng dll. Oh ya, ibuku selain jualan rokok, juga jualan pisang goreng, ubi rebus, kacang goreng, kopi, teh dll.

 

Saat aku sedang istirahat, karena siangnya aku harus sekolah, aku mendengar suara erangan dari kamar sebelah kanan. Seperti orang menangis tapi kok intonasinya aneh.

"Kenapa Kak Intan ya.. apa sedang sakit perut?" pikirku. Penasaran kuintip lewat celah-celah bilik bambu. Aku kaget! Penasaran, pelan-pelan kubesarkan lubang mengintipnya, nah semakin jelas. Ternyata Kak Intan sedang bersenggama dengan lelaki yang tak kukenal. Kak Intan posisinya berada di atas lelaki itu. Kepalanya mengadah ke atas.Karena posisi mengintipku dari samping, maka yang kelihatan hanyalah payudara Kak Intan saja. Payudaranya kurasa cukup besar dan masih kencang itu berguncang-guncang.. Umur Kak Intan saat itu sekitar 20  tahun. "Aduuhh.. shh.. sshh.. oohh.. oohh.." rintih Kak Intan. Lelaki itu memegangi pinggang Kak Intan, sedangkan pantatnya bergoyang-goyang.

 

Aku yang baru pertama kali melihat adegan itu secara live (walaupun cerita tentang hal itu sering kudengar dari teman-teman) membuatku makin deg-degan. Aku terus mengintip sementara tanpa kuperintah kemaluanku menegang keras. Kulihat frekuensi naik turun Kak Intan semakin cepat sambil mulutnya bicara yang tidak jelas. Lalu tiba-tiba Kak Intan mengeram panjang."Aaa.. aachchch.. hhuu.." dan terlihat dia tergeletak lemas di atas laki-laki itu. Pelan-pelan aku turun dari dipan dengan kaki yang gemetaran.

 

Siang itu aku di sekolah banyak bengongnya, sehingga teman-temanku banyak yang bertanya kenapa aku ini, kujawab saja aku sedang tidak enak badan. Mungkin masuk angin.

 

Semenjak saat itu setiap ada suara-suara desahan dan kesempatan aku selalu mengintip aktifitas Kak Intan. Kak Intan liburnya tidak tentu. Terkadang Senin, kadang Selasa atau hari-hari yang lain. Jadwal desahan itu hampir bersamaan yaitu sekitar jam 10 pagi sampai jam 12 siang.Yang kuherankan, lelaki pasangannya sering berganti-ganti. Akhirnya aku tahu kalau Kak Intan itu biasa tidur dengan lelaki yang mau membayarnya. Pantas saja penjaga toko kok punya TV serta perabotannya lengkap dan bagus.

 

Mungkin awalnya Kak Intan biasa dibawa ke penginapan tapi karena dianggapnya kontrakan sepi, maka Kak Intan memutuskan main di kontrakan. Karena sudah beberapa kali aku melihat Kak Intan melakukan senggama, akhirnya aku tahu urut-urutannya. Pertama mereka saling cium, saling raba, saling remas, saling hisap lalu melakukan penetrasi disegala posisi. Aku tahu bentuk dari vagina Kak Intan yang berambut lebat.

 

Itulah yang membuatku mempunyai perasaan lain setiap melihat kawan dekatku, si Yeyen. Yeyen kini umurnya sudah 12 tahun, sudah kelas 1 SMP. Kami sekolah di tempat yang sama. Sama-sama masuk siang. Dia sekarang jauh lebih putih daripada dulu.

 

Hal-hal yang tadinya tidak begitu kuperhatikan pada Yeyen akhirnya kuperhatikan. Wajahnya yang oval, hidungnya yang agak mancung, giginya yang putih, bibirnya yang merah alami, alisnya yang cukup tebal, rambutnya dipotong pendek ternyata semuanya dapat nilai diatas rata-rata. Dadanya bagus tidak terlalu besar. "Kenapa baru sekarang aku perhatikan ya. Kenapa nggak dari dulu?" pikirku. Mungkin karena aku terlalu sibuk dengan urusanku, keluargaku, sekolahku. Padahal aku sering mengajarkan Matematika dan IPA kepadanya.

 

Suatu ketika, sewaktu kulihat ada Kak Intan di rumah sedang menerima tamu, kira-kira jam 10, aku tahu apa yang akan terjadi. Setelah kira-kira mereka masuk kamar, kupanggil si Yeyen. Saat itu dia sedang mencuci beras.

 

"Yen, sini deh. Mau lihat yang bagus nggak?" kataku.

"Lihat apa?" dia balik tanya.

"Pokoknya bagus deehh.." ajakku sambil menggandeng tangannya.

 

Sementara dia sedang jongkok, sekilas terlihatlah celana dalamnya yang berwarna putih di antara pahanya yang mulus. Pikiranku langsung ngeres. "Seperti apa ya isinya? Apa masih seperti dulu?"pikirku. Karena sejak umur 8 tahun kami tak pernah mandi bareng lagi. Malu katanya. Saat dia bangun, dadanya sempat tersentuh lenganku. Lunak dan lembut. Waahh, makin ngeres aja aku.

 

Setelah menyimpan bakul beras di rumahnya, dia pun masuk ke rumahku lewat pintu belakang."Ssstt.. jangan berisik ya.." kataku sambil menempelkan telunjukku ke bibirku.

"Kenapa?" tanyanya.

Aku dekatkan bibirku ke telinganya.

"Geser kalendernya, di situ ada lobang. Coba lihat ada apa.." bisikku.

Sementara itu sudah ada suara desahan-desahan halus dari kamar sebelah. Dia naik dipan perlahan-lahan. Digesernya kalender dan mulai mengintip. Reaksinya pertamanya adalah kaget dengan muka merah menatapku.

"Ada apa?" tanyaku berlagak bego.

"Mereka lagi ngapain?" tanyanya.

"Aduuhh.. Yeyen ini belum ngerti atau pura-pura siihh.." batinku.

Aku langsung mengambil kesimpulan sendiri kalau Yeyen itu sama seperti aku dulu. Tidak tahu apa-apa tentang seks.

"Coba kamu lihat terus. Aku nggak ngerti makanya kupanggil kamu. Karena aku udah pernah liat tapi aku nggak tahu.." jawabku pura-pura bodoh.

 

Akhirnya Yeyen mengintip lagi. Selama Yeyen mengintip, kuperhatikan dia dari belakang agak ke kanan. Dia memakai daster tipis dengan lubang lengan yang agak lebar. Aku bisa melihat bulatan payudaranya yang tertutup kaos dalam agak kendor. Agak mengembung, putih, putingnya agak samar-samar karena dari samping. Kulihat pinggangnya agak ramping, bongkahan pantatnya yang cukup besar untuk anak seusianya. Sementara garis celana dalamnya terlihat jelas di balik dasternya yang biru tipis.

 

Nafas Yeyen kudengar makin cepat dan badannya agak gemetar. Cukup lama kira-kira 20 menit, sampai terdengar erangan panjang dari kamar sebelah. Akhirnya Yeyen duduk di dipanku. Wajahnya merah padam. Waahh.. makin cantik aja Yeyenku ini.

"Gimana Yin?" tanyaku.

"Tauk.. ah.. aku mau masak..!" sahutnya sambil berlari keluar.

"Dia kenapa ya..?" batinku.

Setelah itu aku bikin adonan kue, memotong-motong pisang, merebus ubi, lalu pergi mandi. Saat sedang berjalan ke kamar mandi, aku sempat melihat Yeyen sedang merenung di depan kompornya. Pasti gara-gara mengintip tadi.

 

"Ayoo.. ngelamun. Entar kemasukan setan loohh. Mau sekolah nggak?" tanyaku.

Dia rupanya kaget saat kutanya begitu.

"Eh.. oh. Mas Pri aja dulu. Aku lagi nungguin nasi nich.. Nanti gosong.." sahutnya.

 

Dia selalu memasak sebelum berangkat sekolah supaya kalau ibunya pulang keliling menjajakan sayur, makanan sudah ada. Tinggal goreng lauknya saja. Kalau aku, pagi setelah minum teh, kubuka warung dan ibuku memasak setelah itu ibu ke warung, lalu menuliskan apa-apa yang perlu dibeli di pasar. Sepulang dari pasar kupersiapkan bahan-bahan untuk pisang goreng lalu dibawa ke warung. Aku selalu belajar di malam hari. Baik PR maupun belajar untuk esok harinya.

 

Selesai mandi aku ganti baju. Siap-siap mau sekolah. Kupakai sepatuku. Melihat sepatu itu aku tersenyum sendiri. Sepatu itu adalah hasil jerih payahku mengumpulkan kardus-kardus bekas dan menjualnya ke tukang pemulung yang tak jauh dari kontrakanku. Setelah selesai membungkus yang mau dibawa ke warung, aku teriak pada Yeyen.

"Yenn.. ayo berangkat..! Nanti telat lhoo.." teriakku.

"Sebentaarr.. Yeyen lagi pake sepatu.." sahutnya.

 

Tak lama Yeyen keluar. "Kok hari ini tambah cantik ya.." batinku.

Selama dalam perjalanan ke sekolah, Yeyen banyak diamnya dibandingkan hari-hari sebelumnya. Biasanya dia cerita tentang keadaan pasar Cipete dimana dia belanja sayur untuk dijual oleh ibunya (dia berangkat jam 4 pagi, pulangnya jam 6 sampai setengah tujuh. Setelah ibunya pergi berkeliling, dia tidur sebentar). "Mungkin karena pengalaman mengintip tadi.." batinku.

Pulang sekolah pun dia banyak diamnya. "Kenapa dengan Yeyenku ini.." batinku.

Sementara aku tinggal di warung untuk bantu ibu, dia langsung pulang seperti biasanya.

Suatu ketika kak intan memanggilku prii… prii panggilnya ia kak, ada apa jawab ku coba kamu ke sini sebentar kakak mau minta tolong.baik kak sebentar ya….ada apa ya kak???masuk aja dulu prii,udah kamu duduk dulu ya kakak mau ngomong sama kamu, kamu dengerin yah pri,ia kak(kira2 apa ya yang mau di omongin ama kak intan????jantgan2 ia tau kalau aku sering ngintipin dia????) pri kakak tau klo kamu sekarang udah smp dan juga lagi di masa pertumbuhan tapi….. tapi apa kak????tanyaku. kamu ga boleh dong terus2an ngintipin kakak!!!!!!!hah maksud kak intan???? Kamu jangan belaga ga tau deh pri kakak tau kok kamu sering ngintipin kakak pas lagi ngentot…. Ampun kak ampun jangan bilangin ke ibu kak… pri janji ga akan ngintipin kakak lagi ampun ya kak….kakak ga marah koq pri hanya saja kalau nonton itu kan harus bayar enggak gratis. Maksud kak intan pri harus bayar ke kakak karena udah ngintipin kakak main tapi pri ga punya uang kak kamu tenang aja ya pri!!!

 

Maksud kak intan apa???aku melihat kak intan mengunci pintu kamu cukup ngentot ama kakak juga udah cukup jadi uangnya hah ngen…. Ngen…ngentot ama kak intan Ia pri kamu harus ngentot ama kakak klo enggak kakak aduin nanti ke ibu kamu kamu pilih aja..yaudah deh kak prim au ngentot ama kak intan

 “pri kamu mungkin sekarang sudah nggak nyusu lagi karena kamju sudah besar. Tapi  boleh kok…” aku berkata. Tentu saja kata-kataku ini membuatnya penasaran “Boleh ngapain Kak Intan?” Tanya pri seakan2 tidak sabar. “Boleh nyusu sama Kakak, kamu mau nggak..?” tanyaku walau sebenarnya aku sangat tau jawaban mereka.“Ee.. ma.. u…!!” jawabnya. “Ayo dimulai. Kok malah bengong sih?” aku menyadarkan pri Kemudian tangan-tangan nya mulai menggerayangi payudaraku. Aku menjadi geli melihat tingkah pri.

 Birahiku semakin meninggi, lalu pri mulai mendekatkan bibirnya ke putingku, dan tangannya mulai membelai sambil dipilin-pilin putingku. Betapa seakan perasaanku melayang ke awan, nafasku menjadi tersengal. Tanganku membelai kadang agak sedikit menjambak sambil menekan kepala pri  agar lebih dalam lagi menikmati payudaraku. 

Ketika baru nikmat-nikmatnya tiba-tiba pri melepaskan isapannya sambil berkata “Kak Intan kok nggak keluar air susunya?”Aku kaget harus menjawab apa akhirnya kau menjawab sekenanya “Kakak kan belum nikah, terus belum punya anak. Jadi belum keluar air susunya…”“Oh gitu ya Kak…?” pri langsung mengerti.“pri .. Ber.. henti dulu…” aku meminta.“Ada apa Kak Intan?” ia bertanya. “pri .. lepas saja seragam kamu…” pintaku.“Tapi Kak Intan…” pri masih agak ragu.“Sudahlah turuti saja…” aku menyahut.

Dengan malu-malu ia mulai melepas baju dan celana seragam mereka. Tampaklah kontol dari anak  itu sudah tampak tegang perkiraanku 14 cm gila juga walau masih kecil tapi sudah punya kontol sepanjang itu pasti aku akan puas kata intan dalam hati. Rambut kemaluan mereka tampak belum tumbuh sama sekali, melihat pemandangan ini libidoku semakin naik tinggi. yang masih rapat dan tanpa ditumbuhi bulu menarik perhatiannya. Aku duduk kembali di ranjang lalu menaikkan kakiku dan mengangkangkannya. Memekku terbuka lebar dan tentu saja terlihat isi-isinya. Pri mulai mendekat dan melihat memekku dengan wajah penasaran. “Ini namanya memek, lain dengan punya kalian…” aku menerangkan ke pri layaknya seorang guru biolpri.“kamu lahir dari sini…” aku melanjutkan.Tangan pri  mulai mengelus-elus bibir memekku. Sentuhan ini nikmat sekali. Jarinya mulai dimasuk ke lobang memekku dan bermain-main di dalamnya. Cairan-cairan tampak semakin membanjiri liang memekku. “Aaa.. duh… Eee.. nak.. sekali! Nik.. mat… Terr.. us…” aku merintih.

 

Anak ini agak lama memainkan memekku. Sungguh ia memberiku kenikmatan yang hebat. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku tanpa bisa berkata-kata hanya rintihan dan nafas yang tersengal-sengal.Akhirnya aku mendorong pri aku bangkit dan menghampiri nya yang berdiri di tepi ranjang.Aku berjongkok dihadapan pri sambil tanganku memegang diiringi dengan remasan-remasan kecil pada kontol pri. Aku mendekatkan wajahku pada kontol pri, kemudian aku kulum dan jilati kepala kontol ini. Tampak kedua lututnya tergetar. Aku masukkan seluruh batang kontol itu kedalam mulutku dan aku membuat gerakan maju mundur. Tangan Ai mencengkeram erat kepalaku..“Kak Intanaa.. Akuuu.. ma.. u.. ken.. cing…” pri merintih.

 

Tampaknya anak ini akan orgasme, tentu aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi karena aku masih ingin permainan ini berlanjut.kemudian aku bangkit dan naik ke atas ranjang lalu aku kangkangkan kakiku lebar-lebar sehingga memekku terbuka lebar. pri naik ke atas ranjang dan mengangkangiku tampak kontol yang tegang mengkilat siap menusuk lubang memek wanita yang pantas menjadi kakaknya. Aku tuntun kontol pri masuk ke lubang kenikmatanku. Aku membiarkan pria muda ini melepas keperjakaannya oleh memekku. Dan ‘bless’, batang kontol pri amblas ke dalam memekku.“Aaaah prii…” aku mendesis. “Masukkan.. Le.. bih.. da.. lam lagi.. dan genjot..” aku memberi perintah.“Iyaaaa.. Kak Intan!! Eee.. naak.. bangeeeettt…” pri berkata.

 

Aku hanya bisa mendesah sambil menggigit bibir bagian bawahku. Tampaknya Pri cepat memahami perkataanku dia memompa wanita yang lebih dewasa yang ada dibawahnya dengan seksama. Genjotannya semakin lama semakin cepat.. Genjotan pri kian cepat aku imbangi dengan goyanganku. Dan tampaknya hal ini membuat pri tidak kuat lagi menahan sperma yang akan keluar.Dan akhirnya “Akuuu.. mau.. ken.. cing.. la.. gi! Udah gak.. ta.. han.. la.. gi..” pri setengah berteriak.Kakiku aku lipat menahan pantat pri. Dia merangkul erat tubuhku dan ‘creet.. creet…’ cairan hangat membanjiri liang kewanitaanku. pri terkulai lemas diatas tubuhku, butiran-butiran keringat keluar dari sekujur tubuhnya.“Enaaaak bangeettt Kak….” pri berkata penuh kepuasan.Lubang memekku terasa hangat setelah diisi sperma anak ini. Dan tanpa terasa akupun ikut keluar karena hangatnya sperma pri setelah itu ia melepaskan diri dan aku pun langsung berpakaian dan berkata kepadanya kejadian hari ini hanya aku dan kamu yang tau jangan cerita ke siapa2 ngerti kamu???? Ia kak makasih ya kak yaudah pulang gih uda mo magrib nih lalu aku pun pulang..

 


  • bagus007 and amet88 like this

#2 thealfonso

thealfonso

    Kentang

  • Members
  • PipPipPip
  • 31 posts

Posted 21 February 2016 - 09:03 PM

edan.....seru ceritanya



#3 fahmi

fahmi

    Ubi

  • Members
  • Pip
  • 7 posts

Posted 15 September 2016 - 11:17 AM

Haha

#4 Juztian1

Juztian1

    Kentang

  • Members
  • PipPipPip
  • 94 posts
  • LocationDewata

Posted 06 December 2016 - 06:14 AM

Seru crita ny.. Tpi ntah knpa ane bingung baca ny..
Sudut pandang crita ny dri si pri tba2 bsa pindah ke sudut pandang ny intan.. :D

#5 mesie

mesie

    Kacang

  • Members
  • PipPip
  • 14 posts

Posted 06 December 2016 - 03:08 PM

Main sama brondong...

#6 papa.jahat

papa.jahat

    Kentang

  • Members
  • PipPipPip
  • 31 posts
  • LocationJakarta

Posted 07 December 2016 - 12:18 AM

main sama brondong nih mantap ceritanyaaa